Prinsip Desain Grafis
Saat sahabat ingin menjadi Desainer Grafis ada beberapa prinsip desain yang harus sahabat ketahui untuk menciptakan desain yang serasi dan bagus. Prinsip-prinsip ini akan membantu desain sahabat untuk mengkomunikasikan dengan jelas ide-ide sahabat dan bagaimana semua elemen grafis dari desain berinteraksi satu sama lain.
01. Contrast (Kontras)
Kontras adalah salah satu yang paling umum prinsip desain grafis. Kontras merujuk pada perbedaan antara elemen dalam desain sahabat, ini berarti sebagai contoh dalam warna bahwa jika menggunakan warna gelap dalam satu unsur, elemen grafis lainnya perlu berada dalam warna terang untuk dengan mudah membedakan dari yang lain.
Misalnya jika sahabat membuat sebuah desain dengan teks, dan latar belakang (background) desain berwarna gelap, maka warna teks perlu berwarna terang agar lebih mudah dibaca.
02. Balance (Keseimbangan)
Jika sahabat sedang mengerjakan sebuah proyek desain sahabat perlu tahu bahwa setiap unsur yang sahabat masukkan dalam desain memiliki bobot di atasnya, dan itu dapat berasal dari warna, ukuran atau tekstur.
Keseimbangan mengacu pada bagaimana sahabat meletakkan elemen pada sebuah desain dan menghindari untuk meletakkan semua elemen berat di tempat yang sama.
Ada dua jenis keseimbangan. Keseimbangan Simetris, yaitu menciptakan keseimbangan dengan menyelaraskan elemen berbobot sama, dan Keseimbangan Asimetris adalah kebalikannya, sahabat menyelaraskan elemen yang berat dengan yang lebih ringan untuk menciptakan efek kontras.
03. Emphasis (Penekanan)
Penekanan mengacu pada pentingnya elemen-elemen pada rancangan desain sahabat, dan urutan apa yang hendaknya ada di atasnya. Apa yang dikatakan prinsip penekanan adalah bahwa informasi terpenting yang perlu ditunjukkan dalam desain sahabat haruslah hal pertama yang dilihat oleh target desain (audiens).
Misalnya sahabat membuat poster seminar. Sahabat perlu bertanya pada diri sendiri, apa informasi pertama yang perlu audiens saya ketahui? Apakah pembicara? Tempat kegiatan? Bagaimana dengan hari dan biaya pendaftaran?
Buat garis besar, pikiran akan mengatur informasi dan kemudian menyusun desain (lay out) dengan cara mengkomunikasikan perpaduan semua elemen grafis. Jika tema seminar yang paling penting maka letakkan ditengah atau diawal, jadikan elemen terbesar diposter. Atau sahabat bisa juga menjadikannya elemen yang paling kuat atau berani dengan mempelajari teori warna membuat nama tema menonjol.
04. Repetition (Pengulangan)
Pengulangan adalah prinsip yang tepat untuk menyatukan dan memperkuat pesan pada desain sahabat. Sahabat dapat menggunakan prinsip pengulangan dalam berbagai unsur sebagai warna, penyusunan huruf, bentuk, atau elemen desain grafis lainnya.
Misalnya jika desain sahabat memiliki beberapa jenis huruf atau warna, kita dapat melihat sebagai desain yang buruk dan tidak nyaman untuk dilihat karena kekacauan, tetapi kita dapat menghindari ini dengan memilih dua jenis huruf yang digunakan dalam semua desain.
05. Alignment (Menjajarkan)
Alignment memainkan peran penting dalam menciptakan koneksi visual yang baik dengan elemen desain. Ini memberikan tampilan yang teratur pada gambar, bentuk, dan teks dengan menghilangkan elemen yang ditempatkan secara acak-acakan.
06. Proportion (Perbandingan)
Prinsip proporsi dalam desain grafis adalah salah satu yang paling mudah
dipahami, pada dasarnya apa yang merujuk adalah ukuran elemen satu sama
lain dalam desain. Elemen yang lebih besar mudah terlihat dalam
rancangan daripada yang lebih kecil dan oleh prinsip ini elemen yang
lebih besar lebih penting daripada yang lebih kecil.
Mengelompokkan item terkait dapat membuat mereka penting. Bayangkan kotak yang berada dibawah poster sahabat untuk informasi tiket dan pendaftaran. Proporsi hanya bisa dicapai jika semua elemen desain berukuran tepat dan ditempatkan pada posisi yang tepat, setelah sahabat memahami prinsip alignment, balance, dan contrast, proporsi akan muncul secara natural.
07. White Space
Ruang putih juga dikenal sebagai ruang negatif, dan itu memaksudkan daerah rancangan yang kosong dan tidak mencakup unsur-unsur rancangan. Sehingga ruang putih sebenarnya merupakan elemen desain yang benar-benar penting, sahabat perlu memberi ruang elemen pada desain untuk bernapas dan mudah membedakannya dari unsur-unsur lain.
Ruang putih juga digunakan dalam desain Logo untuk membuat gambar tersembunyi didalamnya dan memberikan informasi lebih lanjut tentang merek.
Terimakasih, semoga bermanfaat. Terus pantau Coretan_Tukangedit yaa.







